Essay diri

Saya Sintiya dewi asal Madura. Mengapa saya mengambil prodi S1 menejemen? 
Melihat dari sumber daya alam yg melimpah tetapi hasil tersebut tidak menghasilkan keuntungan yg banyak bagi masyarakat desa saya, saya berniat kuliah di UNUSA prodi S1 menejemen untuk belajar skill bagaimana caranya untuk meningkatkan harga jual bagi panen panen masyarakat. Bukan hanya di desa  saya tetapi desa desa tetangga pun ingin saya ajak kerja sama agar menghasilkan keuntungan bersama. Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam melimpah tetapi minusnya hanya di pengolahan. Untuk UKM yang ada di UNUSA saya belum terlalu paham tentang itu. Tetapi saya berniat masuk k organisasi yang memang bisa membawa saya untuk mewujudkan cita cita saya serta meningkatkan skill yang saya punya. Saya yang sangat kekurangan dalam hal digital, publik speeking ingin sekali bisa menguasai bidang tersebut. Saya memang tidak memiliki sama sekali di bidang bidang tersebut. Saat PKKMB kemarin tugas tugas tersebut adalah hal yang baru bagi saya. Jadi memang sangat bingung sekali saat mengerjakannya. Mungkin karena saya memang anak pesantren yang pesantren saya tempati tidak banyak berubah tetap seperti pesantren lamanya yang tidak menggunakan digital sama sekali. Sedangkan di era jaman sekarang sudah banyak berubah. Perubahan tersebut tidak di bawa dan juga tidak di terapkan di pesantren saya. Jadi memang banyak yang lulusan dari Madrasah Aliyah tersebut sangat minus soal digital. Jadi saya juga sangat terkejut jika di UNUSA semuanya menggunakan teknologi digital. Itu juga membuat saya takut keliru dalam hal hal penting seperti pembayaran, tugas tugas, juga yang lain yg jika salah klik maka akibat fatal. Saya pun juga bukan anak sosmed. Melihat banyak teman teman yg sudah paham akan teknologi digital, saya merasa hanya saya yang tidak mengerti dan tidak paham di bidang tersebut. Jadi saya sangat bersemangat belajar tentang hal tersebut. Belajar dari 0, memang saya sama sekali tidak mengerti digital. Jangankan hal tersebut, saya menggunakan laptop saja tidak bisa. Jadi untuk itu saya harus bisa mengikuti alurnya zaman, karena pemikiran saya saat dulu masih menjadi santri adalah sosmed tidak berguna bagi saya, juga saya tidak tertarik belajar tentang digital yang sangat ribet itu. Salah klik saja bisa berakibat fatal. Tapi itu dulu disaat  memang tidak butuh teknologi digital untuk keperluan apapun di hidup saya. Dan saat ini saya sangat sadar akan pentingnya teknologi digital tersebut. 
Untuk minat dan bakat saya, saya sangat berminat belajar tentang apapun itu yang memang berkaitan dangan menejemen. Saya juga berbakat dalam memimpin. Tetapi itu adalah ukuran di saat masih menjadi siswa yang memang di sekolah saya itu peraturannya tidak terlalu ketat. Dan setelah saya melihat teman teman baru di UNUSA sepertinya saya sangat ada di bawah meraka. Tetapi saya tidak boleh down, saya harus lebih semangat belajar lagi agar tidak tertinggal jauh dengan teman teman saya. Saya memilih jalan untuk kuliah itu awalnya memang bukan untuk belajar. Saya juga sangat malas belajar jika itu bukan target saya. Tetapi saya wes kadung masuk UNUSA dan mendengarkan para pemateri pemateri kemarin membuat saya berpikir saya harus berubah agar masa depan saya tidak suram. Saya dulu lebih suka ke organisasi memang dari pada materi. Saya juga pernah menjabat dua jabatan sekaligus yaitu menjadi ketua PK. IPPNU dan juga menjadi skretaris di pramuka. Tetapi itu ukuran sekolah saya, yang jika di bandingkan dengan bnyak teman teman di sini mereka yang lebih berpengalaman soal organisasi. Jadi saya juga harus setara atau kalau bisa lebih dari mereka. Semangat belajarnya siiinn....

Komentar